Kamis, 24 Mei 2012

Pencapaian Pedidikan Karakter

Ketika belajar dikampus Sunan Ampel, saat mata kuliah pengembangan kurikulum. Beberapa pemakalah memaparkan materi yang telah ia susun. selanjutnya mulai terlontar pertanyaan dari salah satu mahasiswa, tentang penerapan pendidikan karakter. Bukan asing bagiku namun sulit tuk ku urai makna yang sebenarnya.
Kulihat beberapa artikel tentang pendidikan karakter. Yang bervariasi pernyataan, namun tetap menjulang pada satu tujuan yakni pencapaian karakter individu anak bangsa menjadi karakter yang berbudi. Berbicara mengenai masalah karakter sendiri, terbesit tentang sifat, tingkah laku manusia yang membedakan dengan individu lain. Itulah pengertian dasar karakter. Namun bagaimana dengan pendidikan karakter yang semenjak 2010 disilirkan oleh M.Nuh sang menteri pendidikan kita ?
Pendidikan karakter harus diterapkan dalam diri setiap individu semenjak dini, karena pada masa dini itu adalah golden age (masa emas) dalam pencapaian pendidikan. Pada usia 4 tahun, pengembangan pendidikan mencapai 40%, pada usia 8 tahun mencapai 30%. Dan 20 % pada usia dewasa. Pendidikan berkarakter adalah pendidikan yang harus disesuaikan dengan moral bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir pancasila. Prilaku berbudi ini harus dimiliki oleh setiap individu bangsa Indonesia, agar tercapai budaya Indonesia yang dicita-citakan.
Pendidikan karakter yang digulirkan semenjak Hari Pendidikan Nasional, merupakan salah satu cara emas sebagai jembatan menuju perilaku anak bangsa yang berakhlakul karimah. Jadi selain pencapaian akademis, pencapaian pndidikan karakterpun perlu. Untuk masa depan bangsa kedepannya. Karena pemimpin Indonesia membutuhkan pemimpin yang menabuhkan genderang kebikjasanaan.
Namun bagaimana aplikasi pecapaian pedidikan karakter di Indonesia ? apakah hanya sebetas tabuhan semata ?ataukah akan benar-bear menjadi Identitas bagsa yang terarah ?  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar